Setangkai Catatan Akhir Pekan

(oleh: Yeti Kartikasari)

Pagi bersama secangkir kopi, 12 September 2013


"Hidup ini punya makna bila kita tak "menggenggam"  sendiri apa yang kita miliki."

Ah, setelah tertunda sekian hari, akhirnya pagi ini saya bulatkan hati untuk menulis catatan. Kesibukan bertubi-tubi, menyisihkan ritual menulis. Rasanya pengen punya asisten pribadi deh, yang akan sigap menuliskan apa yang ada dalam benak saya, tanpa perlu repot menyalakan netbook atau menggunakan aplikasi untuk mengetik di gadget saya.
Teknologi acapkali merepotkan. Apalagi beberapa waktu ini, sampai sekarang, netbook saya suka rewel. Mungkin capek, karena gak pernah istirahat.^peluknetbook^.

Lega. Begitu yang saya rasakan ketika akhir pekan lalu di suatu senja yang ramah, Minggu (8 September) bertepatan peringatan Hari Literasi Internasional, kegiatan Komunitas Menulis yang kami beri judul, ahahaha "Pengajian Sastra" akhirnya terselenggara.
Kegiatan pertama dan akan secara rutin dihelat setiap bulan ini merupakan komitmen anggota Komunlis ketika gathering ramadhan lalu.


Bukan. Bukan sebuah acara yang "wah". Ini acara dari kita, oleh kita dan untuk kita. Sebuah ajang untuk ketemu secara rutin, sebab tak cukup bila hanya berjumpa di dunia maya. Kita butuh untuk saling bertatap muka, bicara dan bertukar ide.

Baiklah, meski hanya dihadiri sekian gelintir pejuang literasi Komunlis, khususnya teman-teman di area Pandaan, eh tapi ada juga teman dari Probolinggo yang rela jauh-jauh untuk menyapa kami. ^--^

Pengajian sastra, diisi dengan pembacaan karya, ini akan menjadi agenda "wajib" lho yaa...Boleh baca karya sendiri, boleh baca karya anggota Komunlis lainnya, boleh juga baca karya pesohor dll. Wew! Ternyata, sekian gelintir yang hadir ini antusias untuk berani bicara. Termasuk tuan rumah, yang akrab kami panggil mama Sartini, baca karya mas Yudi Susanto.

Eiya, yang seru lagi adalah tampilan anggota Komunlis yang paling kecil, Razzan yang di awal acara menghentak kami dengan  membawakan sebuah puisi bertajuk "Rasulullah." Merinding dengarnya.


Saya yakin, yang Minggu kemarin belum unjuk gigi, pertemuan berikutnya akan minta panggung. Hehehhe.

Selain itu, kami juga bertukar ide dan inspirasi untuk proyek buku antologi pertama Komunlis bertajuk "Sofa Merah" yang direncanakan selesai awal tahun 2014.

Project ini akan menjadi monumen pertama Komunlis, yang semoga akan diikuti buku-buku berikutnya. Rasanya, ada nilai lebih ketika kami sama-sama bergerak dalam karya, dalam buku yang sama. Apalagi tak hanya menulis saja, melainkan ada proses diskusi, berbagi gagasan dan semangat.
Sungguh, ini proyek yang inspiratif.
Beberapa anggota Komunlis memang sudah ada yang menelurkan buku, tetapi saya yakin semangat kami semakin menggila.

Tak ada cukup untuk bicara dan berbagi. Kami sepakat hal itu. Meskipun acara sudah usai, di antara kami masih gayeng berbincang karya.

Pertemuan berikutnya, pengajian sastra akan berlangsung di perpustakaan Razzan. Kami berharap, akan lebih banyak lagi teman yang meramaikan dan tentu saja semakin berani unjuk karya.

Mudah-mudahan semangat berbagi, semangat membaca dan menulis akan terus mewarnai dan menginspirasi lebih banyak lagi orang di sekitar kita.

Tak hanya sekedar berwacana tetapi juga bergerak nyata. Kita mulai dengan bergiat di jalur literasi bersama Komunlis.

Acara dipungkasi dengan penyerahan apreasiasi berupa buku kepada mama Sartini yang memenangkan program Kembung, pekan lalu.

Sampai jumpa bulan depan! Salam Literasi!!

Teriring terimakasih atas ketulusan hati mama Sartini Djunaedi beserta keluarga yang sudah mendedikasikan rumah dan bersedia direpotkan oleh Komunlis, terimakasih atas dedikasi dan komitmen para pejuang literasi Komunlis untuk hadir dan "mengaji" bersama. Semoga setiap laku kita menjadi amal mulia. Bergerak bersama-sama demi membumikan literasi.


^Baca karya^
^Baca karya^
^Pejuang Literasi^
^Pejuang Literasi^
^Penyerahan Apreasiasi ^
^Penyerahan Apreasiasi ^
Serius
Serius
^Baca karya^
^Baca karya^

Komentar

  1. tetap semangat untuk mengembangkan budaya menulis di Kota Probolinggo tercinta khususnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer