HARI-HARI MENULIS
oleh: Yeti Kartikasari
September 13, 2013 at 12:14pm
Di antara terik 13 September 2013
Pekan ini boleh dibilang menjadi hari-hari sibuk bagi teman-teman Komunitas Menulis, Komunlis. Betapa tidak! Kami sudah mulai memersiapkan materi untuk menulis antologi Komunlis pertama yang rencananya akan rilis awal tahun 2014.
Sejumlah draft sudah masuk ke tim admin untuk dibaca, diberi catatan dll. Proyek ini memang sedikit berbeda dengan buku-buku yang lain. Komunlis akan selektif dalam memeilih karya yang akan diterbitkan. Apalagi dalam proyek ini ada dewan kurasi, sehingga bisa dipastikan Sofa Merah bukan sekedar karya asal menulis. Itu sebabnya, melalui pengajian sastra, dan forum diskusi Komunlis lainnya proses kreatiif dan berbagi inspirasi disemaikan. Harapannya tentu saja, karya semua anggota Komunlis akan lolos.
Setelah akhir pekan kemarin, Komunlis area Pandaan sukses menghelat pengajian sastra pertama, menjadi semacam letupan kecil bagi kami untuk terus bergerak, berkarya nyata. Disusul talkshow di Radio Suara Kota Probolinggo, Senin (9 September) masih dalam rangkaian Hari Literasi. Ke depan, para admin Komunlis juga ingin anggota Komunlis lainnya yang akan tampil untuk bicara.
Talkshow yang berlangsung selama 1 jam itu alhamdulillah diapreasiasi oleh banyak pendengar yang ingin gabung bergerak bersama kami.
Masih di Probolinngo, tim admin juga menggelar rapat evaluasi dan koordinasi. Ini kami lakukan mengingat sejumlah agenda penting berkaita literasi sudah menunggu dan siap di eksekusi. Hasil rapat kami sampaikan terbuka di forum Grup Komunlis yang bisa diakses secara terbuka oleh anggota.
Kemudian kami juga melakukan wawancara khusus dengan salah satu media cetak di Probolinggo.
Usai roadshow di Probolinggo, di sela-sela kesibukan tim admin, kami juga melayani wawancara dengan salah satu media di Jogja. Sungguh ini menjadi hal luar biasa, betapa gerakan Komunlis ternyata dilirik oleh media. Komunlis sebagai gerakan milik bersama bagi mereka yang peduli literasi dan tidak hanya sebatas wacana ini di harapkan akan menginspirasi lebih banyak lagi teman-teman di luar sana. Tidak. Kami tidak butuh publikasi jika hanya sekedar ajang eksis semata tanpa karya nyata. Publikasi media ini menjadi tantangan sekaligus PR kami untuk lebih banyak lagi bergerak, bergerak dan bergerak.
Dilanjut Kamis sore kemarin, kami memenuhi undangan Radio Sindo Surabaya untuk bicara dalam Program Penulis Bicara.
Gerakan nyata tanpa kepentingan apapun selain kemajua literasi ini semoga akan mengakar dan terus bertumbuh. Memang, Komunlis bukan pertama dan bukan satu-satunya. Ada banyak gerakan literasi lain di luar sana. Kami hanya salah satunya yang mencoba memberi warna berbeda.
Terimakasih banyak para anggota Komunlis di seantero negeri. Tabik kami pula kepada para sahabat penulis yang selama ini meluangkan waktu untuk senantiasa berbagi bersama Komunlis, mas Benny Arnas, bunda Wina Bojonegoro, mba Yetti Ka, bunda Sanie B. Kuncoro, mba Evie Suryani, mba Titie, mba Indah Hanaco, bang Fidelis Situmorang dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu (saking banyaknya) hehehe, namun berada bersama kami untuk bergerak.
Terimakasih pula pada rekan media yang senantiasa mendukung perjalanan Komunlis.
Mari terus mencatat sejarah melalui tulisan! Salam Literasi~




Pekan ini boleh dibilang menjadi hari-hari sibuk bagi teman-teman Komunitas Menulis, Komunlis. Betapa tidak! Kami sudah mulai memersiapkan materi untuk menulis antologi Komunlis pertama yang rencananya akan rilis awal tahun 2014.
Sejumlah draft sudah masuk ke tim admin untuk dibaca, diberi catatan dll. Proyek ini memang sedikit berbeda dengan buku-buku yang lain. Komunlis akan selektif dalam memeilih karya yang akan diterbitkan. Apalagi dalam proyek ini ada dewan kurasi, sehingga bisa dipastikan Sofa Merah bukan sekedar karya asal menulis. Itu sebabnya, melalui pengajian sastra, dan forum diskusi Komunlis lainnya proses kreatiif dan berbagi inspirasi disemaikan. Harapannya tentu saja, karya semua anggota Komunlis akan lolos.
Setelah akhir pekan kemarin, Komunlis area Pandaan sukses menghelat pengajian sastra pertama, menjadi semacam letupan kecil bagi kami untuk terus bergerak, berkarya nyata. Disusul talkshow di Radio Suara Kota Probolinggo, Senin (9 September) masih dalam rangkaian Hari Literasi. Ke depan, para admin Komunlis juga ingin anggota Komunlis lainnya yang akan tampil untuk bicara.
Talkshow yang berlangsung selama 1 jam itu alhamdulillah diapreasiasi oleh banyak pendengar yang ingin gabung bergerak bersama kami.
Masih di Probolinngo, tim admin juga menggelar rapat evaluasi dan koordinasi. Ini kami lakukan mengingat sejumlah agenda penting berkaita literasi sudah menunggu dan siap di eksekusi. Hasil rapat kami sampaikan terbuka di forum Grup Komunlis yang bisa diakses secara terbuka oleh anggota.
Kemudian kami juga melakukan wawancara khusus dengan salah satu media cetak di Probolinggo.
Usai roadshow di Probolinggo, di sela-sela kesibukan tim admin, kami juga melayani wawancara dengan salah satu media di Jogja. Sungguh ini menjadi hal luar biasa, betapa gerakan Komunlis ternyata dilirik oleh media. Komunlis sebagai gerakan milik bersama bagi mereka yang peduli literasi dan tidak hanya sebatas wacana ini di harapkan akan menginspirasi lebih banyak lagi teman-teman di luar sana. Tidak. Kami tidak butuh publikasi jika hanya sekedar ajang eksis semata tanpa karya nyata. Publikasi media ini menjadi tantangan sekaligus PR kami untuk lebih banyak lagi bergerak, bergerak dan bergerak.
Dilanjut Kamis sore kemarin, kami memenuhi undangan Radio Sindo Surabaya untuk bicara dalam Program Penulis Bicara.
Gerakan nyata tanpa kepentingan apapun selain kemajua literasi ini semoga akan mengakar dan terus bertumbuh. Memang, Komunlis bukan pertama dan bukan satu-satunya. Ada banyak gerakan literasi lain di luar sana. Kami hanya salah satunya yang mencoba memberi warna berbeda.
Terimakasih banyak para anggota Komunlis di seantero negeri. Tabik kami pula kepada para sahabat penulis yang selama ini meluangkan waktu untuk senantiasa berbagi bersama Komunlis, mas Benny Arnas, bunda Wina Bojonegoro, mba Yetti Ka, bunda Sanie B. Kuncoro, mba Evie Suryani, mba Titie, mba Indah Hanaco, bang Fidelis Situmorang dll yang tidak dapat kami sebut satu persatu (saking banyaknya) hehehe, namun berada bersama kami untuk bergerak.
Terimakasih pula pada rekan media yang senantiasa mendukung perjalanan Komunlis.
Mari terus mencatat sejarah melalui tulisan! Salam Literasi~

Tim Admin Komunlis

Pengajian Sastra

Talkshow di Suara Kota Probolinggo

Usai talkshow di Sindo FM, bersama Mbak Vika Wisnu dan Pak Tumpal

Komentar
Posting Komentar