Catatan Rempong Bersama Komunlis

oleh : Yeti Kartikasari

Minggu pagi, 28 Juli 2013, dihembus semilir angin dari kaki Penanggungan


SETANGKAI SIRIH MERAH alih alih Sekapur Sirih *--*

Rasanya baruuu aja ketemu teman-teman pegiat literasi yang biasanya jumpa di dunia maya melalui grup Komunitas Penulis (Komunlis). Ternyata sudah kemarin yaa...Euforia senangnya masih terasa hingga pagi ini. Belajar nulis langsung dari "guru" ahaha, berbagi inspirasi dan merekatkan silaturahmi. No rumpi yang geje! Hehehe.

Ide Gathering Komunlis pada awalnya tercetus dari diskusi para admin yang biasa dilakukan melalui facebook, ahahahah lagi-lagi facebook yang memungkinkan semua ini. Setelah biasanya bercengkrama dengan anggota melalui dunia maya, kenapa tidak bikin kumpul-kumpul? Yap tentu saja gak sekedar ngumpul, ngrumpi ngalor ngidul atau arisan belaka! Melainkan lebih dari itu! Kumpul-kumpul yang mencerdaskan. Jiaaah...


Baiklah disepakati Gathering di helat menjelang akhir Ramadhan, mengenai tempat di floor-kan kepada anggota. Ada yang mengusulkan dihelat di Monas, di Tugu Pahlawan, Derawan, Bali, di tengah-tengah hutan bakau dll. Hehehehhe. Yang ternyata setelah vote Mabes Pandaan ketibanan sampur. Dengan pertimbangan, secara posisi berada di tengah-tengah tapal kuda, bisa di akses dari empat penjuru mata angin, baiklah rumah humas a.k.a rumah saya menjadi venue. Deal!


Undangan disebarkan ke seluruh jagad raya bagi warga Komunlis dan siapapun yang ingin "berjihad" di jalur literasi dipersilahkan untuk hadir. Ada yang dengan gegap gempita, yakin teguh dan semangat 45 bersedia hadir, ada pula yang masih mencocokkan dengan jadwal show, ada yang masih separuh hati menyatakan iya tapi minta waktu mengumpulkan nyali, dll. Hehehhe. Semuanya menjadi warna dalam perjalanan menuju gathering.

Lalu bagaimana persiapan para admin?
Jujur, kami semua hanya bermodal niat jihad, Bismillah, semoga Tuhan Penguasa Semesta Raya memudahkan semuanya. Tidak ada persiapan heboh laiknya para pesohor negeri menggelar hajatan.
Koordinasi kami lakukan via jejaring sosial, bahkan hingga detik-detik menjelang hari H
Saya pribadi juga gak rempong, bahu membahu bersama suami menyiapkan sesuai kemampuan kami, tanpa mengada-ada. Apa yang ada itu yang kami sediakan.

Bismillah....

Hari H pagi, masih sempat facebook-kan untuk up date persiapan bersama para admin secara transparan yang biasa diakses seluruh warga Komunlis.

Rombongan pertama yang hadir para admin dari Mabes pusat Probolinggo minus Ibu Rifqi yang masih tugas negara dan akan menyusul begitu urusan selesai.
Ribetnya adalah ketika menyiapkan sertitfikat bagi peserta MENCEKAM, ternyata kang admin lupa bawa stamp pad stempel.
Baiklah, stamp pad pak RT pun saya pinjam sebentar demi bisa menyetempel. Qiqiqiq.

Mumpung ada waktu, tim yang datang duluan, menyiapkan bakal seger-segeran buka puasa. Acara pertama memeras jeruk lemon oleh-oleh Yuk Nobhie dari Probolinggo. Hehehhe.

Tidak ada acara masak-memasak karena menu Nasi Goreng & Mie Goreng sudah dipesan beserta mas rombongnya. Cemilan lain ada yang dipesankan plus oleh-oleh peserta. Simple gak pake ribet! Dari Kita Oleh Kita untuk Kita.

Satu persatu warga Komunlis hadir dan acara pun dimulai.
Karena ini bukan acara biasa, jadi diisi dengan sesuatu yang semoga bermanfaat dan mencerahkan. Setelah pembukaan singkat perkenalan Komunlis oleh kang Stebby, dilanjut pembacaan karya salah satu warga Komunlis, kebetulan peserta kompetisi MENCEKAM, dan kebetulan  (lagi) warga Komunlis yang paling muda. Tulisan dibacakan oleh Missnaeni dari Probolinggo.

Lanjut ke acara inti, belajar menulis fiksi bersama bu guru Wina Bojonegoro, cerpenis, novelis yang karyanya sudah cethar membahana. Dengan gaya cool-nya bunda memberikan paparan bagaimana menulis fiksi yang bisa menghipnotis pembaca, menulis karya yang istimewa tidak biasa-biasa, dan tidak picisan tentunya!

Bu guru Wina juga memberikan penugasan menulis, tepatnya melanjutkan cerita yang sebelumnya sudah dibacakan, untuk dikembangkan sesuai dengan imajinasi dan kreativitas peserta.
W.O.W!!

Tenyata sebagian peserta menulis dengan serius dan berani unjuk gigi. Membacakan karyanya dengan Percaya Diri!
Ini tentunya langkah sip dalam memulai bagaimana menulis.

Semakin senja, peserta kian ramai, berdatangan dari empat penjuru mata angin, ada yang di antar suami, kekasih, sopir pribadi, ojek, dll. Hihihi.

Berikutnya, seusai takijlan dilanjut dengan pengumuman pemenang kompetisi MENCEKAM. Daaaan..pemenangnya adalah Razzan, warga Komunlis termuda yang sudah berhasil MENCEKAM para juri dengan tulisannya yang sekaligus "menampar"  kami untuk memompa semangat dalam literasi.

Makin malam usai Mahrib, kian meriah disamping acara ramah tamah a.k.a buka puasa dilanjut dengan ngobrol karya, transaksi buku, diskusi dan eksis bersama dll.


Dari gathering kemarin, akan ditindaklanjuti dengan menulis karya bersama-sama dalam bentuk cerpen yang akan dibukukan dan diluncurkan awal 2014. Program ini akan dikuratori oleh bunda Wina Bojonegoro.

Ah....Masih banyak yang ingin saya bagi, tuliskan tapi tidak cukup mewakili syukur dan kegembiraan bisa gathering bersama teman-teman Komunlis.


Terimakasih banyak atas segala partisipasi warga Komunlis, semangat dan inspirasinya. Mohon maaf bila kemarin ada yang kurang berkenan dalam segala hal dengan segala keterbatasan kami, maafkanlah... Mudahan-mudahan berikutnya akan lebih baik, lebih heboh dan lebih mencerahkan.

Salam manis, salam humanis, SALAM KOMUNLIS SALAM LITERASI!!

Bergerak bersama-sama di jalur literasi. Mengangkat pena, menulis mimpi dan cita-cita, tak henti membaca dunia!!










Komentar

Postingan Populer